Have an account?

Rabu, 31 Maret 2010

Anti toksin

Detoks dengan Buah Segar

Buah segar adalah gudang zat gizi yang penting bagi tubuh. Dengan kandungan vitamin, mineral, serat, asam amino dan enzim, buah segar akan selalu menjadi tokoh penting dalam segala macam program detoks karena membantu mengikat racun dan membuangnya dari dalam tubuh.

Buah Jeruk
Buah menyegarkan ini mengandung banyak vitamin C, antioksidan kuat yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya dan mencegah penuaan dini. Antioksidan juga membantu mengurangi resiko terserang kanker dan penyakit jantung serta meningkatkan penyerapan zat besi.
Jeruk lemom mungkin adalah buah pembersih paling baik. Kandungan astringen dan antiseptiknya merangsang kerja hati dan kantong empedu. Segelas air panas dan perasan jeruk lemon segar adalah cara paling baik untuk memulai sebuah rencana detoks. Perasan jeruk dan grapefruit segar akan merangsang pencernaan dan menyehatkan system tubuh. Selain itu, perasan buah-buahan tersebut juga kaya akan beta-karoten, kalsium, fosfor dan potassium.

Apel, Pir dan Anggur
Apel yang renyah mengandung asam malat dan asam tartaric, yang berperan meningkatkan kerja system pencernaan dan membersihkan hati. Kandungan pectin yang tinggi akan mengikat logam berat, seperti timah. Apel juga menyediakan pasokan energi yang stabil dengan kandungan fruktosa (gula asam)
Buah selanjutnya adalah Pir. Apabila dimakan secara teratur, pir bisa membantu mempercantik kulit dan membuat rambut berkilau. Selain itu, pir juga berperan sebagai obat diuretic (pendorong produksi air seni) dan laksatif (pencahar) yang efektif. Buah lainnya adalah anggur. Anggur yang banyak digunakan dalam monodiet sehari merupakan salah satu alat detoks yang paling efektif. Buah ini terbukti dapat meringankan sembelit dan membantu mengatasi masalah ginjal, hati, system pencernaan, serta kulit. Anggur yang paling baik adalah anggur putih atau anggur merah.

Mangga
Buah dengan daging yang lembut dan harum ini terbukti mampu membersihkan darah. Buah ini juga baik untuk system ginjal dan pencernaan

sumber : buku “Rahasia Alami Detoks”, Tracey Kelly, Penerbit Erlangga,

Rabu, 24 Maret 2010

penularan HIV/AIDS di banyumas

Penularan HIV/AIDS: Dari Lokalisasi sampai Warnet
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Burhanudin
Jumat, 4 Desember 2009 | 20:39 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com — Tingginya angka kasus penularan HIV/AIDS di Banyumas tak terlepas dari merebaknya gaya hidup seks bebas dan penggunaan narkoba suntik di kalangan generasi muda di wilayah ini. Tak heran, dari 293 kasus HIV/AIDS di Banyumas dalam tiga tahun terakhir, sebagian besar terjadi pada generasi muda, yakni antara umur 20 dan 30 tahun.

Sayangnya, sampai saat ini kepedulian untuk mencegah penularan lanjut HIV/AIDS tergolong minim. Spanduk-spanduk berisi pesan-pesan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya penularan HIV/AIDS dan narkoba pun terbatas. Spanduk dipasang di tempat-tempat seperti tempat-tempat kos, lokalisasi, sekolah, dan kampus.

Uut (23), penghuni salah satu wisma di lokalisasi Gang Sadar Baturraden, menuturkan bahwa ia hanya menerima sosialisasi bahaya AIDS/HIV sekali setahun. Itu biasanya pada saat Hari AIDS sedunia. Selain itu, tes penyakit menular seksual serta voluntary counseling test pun hanya dilakukan sebulan sekali, bahkan terkadang dua bulan sekali.

"Kadang di klinik kesehatan di sana ada. Kalau ditawari sebenarnya mau. Tapi kan kita kerja, jadi sempatnya 1-2 bulan sekali," katanya.

Sebagai orang yang berisiko tertular, Uut kadang tak dapat berbuat banyak apabila tamunya menolak memakai kondom saat berhubungan. Di lain pihak, pamflet ataupun selebaran yang mengingatkan penggunaan kondom bagi orang yang "jajan" di lokalisasi sangat sedikit.

Untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, warung internet dan tempat kos kerap menjadi ajang seks bebas. Bagi sebagian masyarakat Purwokerto, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir banyak tempat kos yang lebih ketat dalam melarang tamu pria datang ke kamar kos wanita atau sebaliknya, masih ada saja tempat-tempat kos yang longgar dan memungkinkan terjadinya hubungan seks bebas.

Bahkan, dalam setiap kegiatan pembinaan yang saya lakukan, seks bebas atau pesta seks itu kerap dilakukan bersamaan dengan pesta narkoba. Kadang di kontrakan, kadang di rumah kos. "Padahal, pesta seks dan narkoba adalah dua hal yang rawan terjadi penularan," kata Arno Suprapto, aktivis antinarkoba dari Gerakan Nasional Antonarkoba, Banyumas. Kondisi demikian bahkan terjadi di kalangan siswa SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Warnet adalah kisi lain merebaknya seks bebas di Purwokerto. Banyak warnet yang menyediakan ruang tertutup sehingga memungkinkan pelanggan berhubungan intim. Pemerintah Kabupaten Banyumas beberapa kali merazia warnet-warnet semacam ini. Terakhir, razia terhadap 20 warnet di wilayah Purwokerto yang diduga kerap dijadikan ajang mesum dilakukan pada Kamis (3/12). Namun, meski berulang kali dirazia, seks bebas di warnet tak kunjung hilang.

http://kesehatan.kompas.com/read/2009/12/04/20392098/Penularan.HIVAIDS.Dari.Lokalisasi.sampai.Warnet.

Selasa, 23 Maret 2010

dunia sex

Seks menjadi kunci penting harmonisnya sebuah perkawinan. Ibarat masakan, ia adalah garam sekaligus gula dan penyedap rasanya. Semua itu tergantung pada kokinya, Anda dan pasangan. Lalu, tipe koki seperti apakah pasangan Anda? Dingin, hangat, atau panas membara?

Untuk mengetahuinya, ikutilah kuis dari sebuah situs konsultasi seks di bawah ini!

1. Apakah Anda merasa nyaman mengkomunikasikan hasrat seksual Anda pada pasangan?
a. ya (3)
b. tidak terlalu (2)
c. tidak (1)

2. Ketika tiba saatnya Anda ingin dipuaskan, pasangan Anda :
a. jutsru lebih menaruh perhatian pada kenikmatannya sendiri (1)
b. berusaha semaksimal mungkin memuaskan hasrat Anda (3)
c. segera fokus pada saya setelah ia mencapai klimaks (2)

3. Apa yang dilakukan pasangan Anda untuk menciptakan kehidupan seks yang lebih asyik?
a. berusaha lebih peka pada kebutuhan dan hasrat-hasrat seks saya (2)
b. biasa-biasa saja (1)
c. mempelajari gaya-gaya baru bercinta dan menciptakan variasi (3)

4. Anda dan pasangan bersatu di atas ranjang bagaikan :
a. bensin dan api - membara (3)
b. gin dan tonik - saling mendukung (2)
c. oli dan air - ada hambatan (1)